Jadi Korban Pelakor Lalu Curhat di Media Sosial, Ini Alasannya Menurut Psikolog

Wednesday, 14 February 2018 22:40:00 WIB | Christiya Dika Handayani
(Depositphotos)

AURA.CO.ID - Media sosial belakangan ramai dengan banyaknya curhatan wanita yang suaminya direbut oleh wanita lain atau biasa disebut pelakor. Hal ini menjadi fenomena tersendiri yang tidak jarang membuat banyak orang heran. Karena betapa mudah bagi seseorang kini menceritakan masalahnya, bahkan yang sangat sensitif, ke media sosial.

Denrich Suryadi, psikolog klinis dewasa melihat adanya unsur kemarahan atau balas dendam di dalam curahan hati semacam itu. Namun perlu diperhatikan, bahwa mencurahkan perasaan di media sosial, tanpa disadari, merupakan tindakan menyebarkan aib pribadi.

"Kalau saya melihat biasanya orang yang sudah ke media sosial, biasanya karena marah, bisa jadi kayak semacam balas dendam," ujar Denrich Suryadi di akwasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). "Karena kalau dia matang secara emosional, dia pasti akan menyelesaikannya sendiri, secara pribadi, bukan di umbar ke media sosial. Itu kan seperti menyebarkan aib, tanpa sadar justru dia juga menyebarkan aib tentang diri dia sendiri, karena dia menjelek-jelekkan pasangan," tambah Denrich.

(Depositphotos)

Oleh karena itu, Denrich menyarankan untuk setiap orang bisa bijak dalam menggunakan media sosial.

"Makanya kalau seperti itu diajarkannya bijak bermedsos. Jadi tahu kapan harus posting, tahu mana yang tidak harus diposting, karena ujung-ujungnya hal itu menyangkut nama baiknya dia juga," tandas Denrich.

(dika / wida)

Komentar