Terlalu Akrab dengan Mantan Istri Suami, Ini Risiko yang Mungkin Terjadi

Monday, 12 February 2018 19:40:00 WIB | Wida Kriswanti
Terlalu Akrab dengan Mantan Istri Suami, Ini Risiko yang Mungkin Terjadi (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Sikap akrab dengan mantan istrinya suami yang kerap diperlihatkan beberapa figur publik membuat banyak orang kemudian bertanya - tanya. Apakah memang seperti itu bentuk hubungan yang ideal antara seorang mantan istri dan penggantinya?

Dijelaskan Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, melihat dalam konteks keumuman, mantan istri bukan sekadar pacaran. Menikah, apalagi memiliki anak, berarti ada kisah yang panjang dan dalam antara suami dan mantan istrinya. Akan mudah muncul godaan yang timbul dari sini. 

"Sebagai seorang pengganti, Anda seharusnya jujur merasa tidak nyaman dan 'tersakiti', karena pasti minimal ada rasa membandingkan dalam diri, belum ditambah sikap membandingkan yang asalnya dari orang lain," buka Anggia Chrisanti kepada Aura, Senin (12/2). "Dan yang pelan - pelan mesti diluruskan justru kepada anak. Bahwa hubungan ayah dan ibunya saat ini seperti apa. Bahwa sudah ada Anda di antara mereka," lanjutnya.

(Depositphotos)

Bahwa sesekali mungkin bisa bertemu, tapi bukan untuk dalam waktu yang panjang dan sangat akrab. Karena ayah pun sudah tidak boleh berdekatan dengan ibu (mantan istrinya).

"Mungkin anak awalnya akan kecewa, tidak mengapa. Ketimbang ada pemahaman dalam dirinya, bahwa menikah lalu bercerai adalah hal biasa saja. Semua tetap baik - baik saja dan anak akan memandang pernikahan tidak lagi sebagai sesuatu yang prinsipil yang jika berpisah, tidak ada risiko di dalamnya," papar Anggia Chrisanti. "Paling fatal jika kemudian anak menganggap ini konsep yang dapat dijadikan pilihan hidup di kemudian hari," pungkasnya.

(wida / wida)

Komentar