Menjadi Seorang yang Multitasking di Pekerjaan, Seberapa Penting?

Wednesday, 6 December 2017 16:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
Menjadi Seorang yang Multitasking di Pekerjaan, Seberapa Penting? (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Jika Anda memiliki beberapa fokus pekerjaan yang harus dikerjakan dalam satu hari, cobalah untuk memecahnya menjadi potongan waktu singkat yang terfokus.

Metode Pomodoro adalah strategi populer ketika Anda menghabiskan waktu 25 menit untuk bekerja dan 5 menit di sela pekerjaan untuk beristirahat.

Dengan cara ini, Anda tetap berfokus pada pekerjaan bernilai tinggi yang paling penting, tapi juga memberi diri Anda kebebasan untuk beralih di antara tugas yang berbeda.

Kita hidup di "dunia tak terbatas", kata Tony Crabbe, penulis buku Busy: Bagaimana Berkembang di Dunia yang ‘Terlalu Banyak’. Selalu ada lebih banyak email masuk, lebih banyak pertemuan, lebih banyak hal untuk dibaca, lebih banyak gagasan, proyek dan pekerjaan untuk ditindaklanjuti. Bahkan Anda mungkin merasakan tekanan sosial untuk "melakukan semuanya".

Hasilnya, mau tak mau, Anda merasa terbebani: kita masing-masing adalah manusia yang terbatas, dengan energi dan kemampuan yang terbatas.

Untuk menyelesaikan apa yang Anda mulai, dan mendapatkan pekerjaan nyata, Cal Newport merekomendasikan metode Check-In Harian. Dia menulis:

Setiap pagi, lihat halaman proyek Anda dan tanyakan: "Apa kemajuan paling banyak yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikan daftar hari ini?" Tujuan terbesar Anda adalah menyelesaikan proyek. Jika Anda melihat cara untuk melakukannya (bahkan jika itu memerlukan dorongan besar, mungkin bekerja lembur) lakukanlah. Jika Anda tidak bisa menyelesaikannya, pikirkan satu hal yang dapat Anda lakukan yang akan membuat Anda paling dekat dengan tujuan Anda.

 

Multitasking bukanlah suatu prioritas (Depositphotos)

 

Kesibukan adalah alasan bagi diri kita dan orang lain karena tidak melakukan hal-hal penting atau malah melakukan hal-hal yang menyeramkan dan hal-hal yang sulit.

Pekerjaan bernilai rendah memang kadangkala tak terelakkan. Oleh karena itu, Anda harus memilih untuk mengejar pekerjaan bernilai tinggi.

Jadwalkan waktu untuk tugas bernilai rendah untuk mengukur berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menyelesaikan tugas itu.

Hal ini nampaknya berlawanan dengan intuisi, tapi praktiknya tidak.

Cobalah untuk menghindari kerja sibuk yang tidak memberi nilai nyata pada pekerjaan, visi, atau tujuan jangka panjang Anda.
Semakin disengaja Anda berpikir tentang bagaimana Anda menghabiskan waktu dan energi Anda, semakin kecil kemungkinan Anda akan terjebak dalam tugas sepele.

Intinya, tahan dulu godaan untuk multitask.

 

(dea / wida)

Komentar