6 Cara Pria Menyembuhkan Luka Patah Hati, Nomor Satu Menangis di Kamar Mandi!

Wednesday, 6 December 2017 13:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
6 Cara Pria Menyembuhkan Luka Patah Hati, Nomor Satu Menangis di Kamar Mandi! (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Pria mungkin terlihat cuek dan lebih tegar saat atau setelah putus dengan kekasihnya. Tapi, berikut ini adalah cara-cara yang dilakukan pria untuk menyembuhkan diri setelah putus—yang mungkin tidak Anda bayangkan sebelumnya.

1. Menangis di kamar mandi

Ini memang bukan tempat yang paling bermartabat untukmya yang sedang patah hati. Tapi tahukah Anda, genangan dan isak tangisnya bisa terbungkam alias terdengar samar saat kucuran air menyala. Selain itu, tidak ada orang yang melihatnya.

2.  Kencan online

Terkadang, segera mengalihkan diri secepat mungkin adalah pelampiasan dan solusi baginya. Mungkin kesannya standar dan menggelikan, tapi bisa jadi cara ini benar-benar ampuh.

3. Bersantai di rumah dengan Netflix  atau keripik singkong atau cokelat!

Di lain waktu, kita hanya perlu duduk di sofa selama beberapa hari, tidur, atau menonton drama atau maraton film hingga jatuh tertidur lagi, makan cokelat, tidur dan begitu terus hingga merasa muak dan sedikit lupa dengan perasaan sakit hati. Ternyata, itu semua juga dilakukan para pria.

4. Menghapus semua kenangannya bersama Anda

Menghapus Anda dari pikirannya mungkin benar-benar sulit. Jadi, benda apapun atau tempat apapun yang mengingatkannya pada kekasih akan segera ia lenyapkan dari pandangan.

5. Bersumpah untuk tidak berkencan selamanya

Sebenarnya tidak selamanya. Hanya saja, dalam jangka waktu yang sangat lama, ia akan menghilang dari diri Anda dan sama sekali tidak tetarik untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun. Dia akan melupakan dunia percintaan dan menutup hatinya, hingga ia merasa luka-luka hatinya betul-betul kering.

6. Berolahraga di gym atau melakukan hobi lebih serius

Ini bisa jadi hal yang positif. Untuk mengalihkan pikiran dan melupakan perasaan sakitnya, pria bisa betul-betul tenggelam dalam kegiatannya.

 

(dea / wida)

Komentar