Pacaran dengan Mantannya Sahabat, Bolehkah?

Tuesday, 14 November 2017 12:20:00 WIB | Carisya Nuramadea
Pacaran dengan mantannya teman banyak dialami orang (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Kadang kita tidak bisa memilih harus jatuh hati ke pada siapa. Kalau kita jatuh cinta pada mantan teman sendiri? Apa boleh ya? Ini menurut beberapa responden seperti yang dilansir Destiny Connect.

Tidak seharusnya terjadi

Fikile benar-benar menentang gagasan bahwa berpacaran atau bahkan berteman dengan mantan teman. "Tidak masalah berapa lama saya dan dia bersama, teman dekatku mungkin tidak bisa intim dengan seseorang yang pernahku kencani,” katanya.

Fikile mengatakan bahwa bagian terburuknya adalah karena ia mau tidak mau harus bertemu dengan mantan pacar yang sekarang menjadi pasangan temannya. "Jika teman saya berkencan dengan mantan saya, maka saya tidak punya pilihan selain kemungkinan nongkrong bareng dengannya," katanya.

Boleh-boleh saja kok

Lain lagi dengan Tina yang mengatakan bahwa dia memang tidak akan pergi nongkrong bareng dengan teman dan mantan pacarnya. Tapi, jika memang temannya tertarik dengan mantannya, maka dia tidak akan keberatan. "Ini tentang bagaimana perasaannya. Jika dia merasa perasaannya terlalu kuat, maka saya akan baik-baik saja dengan itu.

"Saya masih akan menjadi temannya bahkan jika dia akhirnya berhubungan dengan mantan saya. Tapi saya tidak akan pernah berkencan dengannya kembali, " katanya.

Elia mulanya memiliki pandangan berbeda. Dia mengakui bahwa reaksi awalnya adalah dengan tegas menolak skenario tersebut. Namun setelah banyak berpikir, dia merasa orang harus diijinkan untuk berkencan dengan siapa pun yang mereka inginkan.

"Anda memiliki satu kesempatan untuk berkencan jika menemukan orang yang Anda cintai. Jika mantan saya dicintai teman saya dan mereka adalah belahan jiwa? Ya, itu tidak berarti teman saya adalah penjahat dan sejujurnya, ini bukan tempat saya untuk mendikte takdir, jika memang demikian," katanya.

Pakar hubungan, Makabelo Motaung mengatakan berkencan dengan mantannya teman tidak lagi tabu

"Itu tidak tabu dan tidak seharusnya tabu. Pendekatan dan kedewasaan inilah yang menyebabkan orang menjadi emosional dan menjadikan situasi lebih runyam dari itu, "katanya.

Beri tahu teman

Sementara Abongile berpikiran terbuka dengan skenario ini. Namun dia tetap berpendapat bahwa sangat penting bahwa teman tersebut memberitahunya. "Dia harus memberitahuku. Jika dia menyembunyikannya maka akan terasa seperti pengkhianatan dan itu akan menyulitkan saya untuk menerima," katanya.

Motaung mengatakan jika dilakukan dengan benar, berkencan dengan mantan teman bisa saja dilakukan. "Jujurlah dengan teman itu, dan bukan berarti setelah 10 kali kencan atau setelah Anda berhubungan dengan intim baru Anda memberi tahu sang teman,” katanya.

"Begitu Anda bisa melihat sang mantannya teman tertarik dan banyak berinteraksi dengan Anda, maka Anda harus jujur dengan teman Anda. Ingat, ini tidak berarti Anda minta izin, karena teman Anda juga tidak memiliki mantan pacarnya," katanya.

 

(dea / wida)

Komentar