Ingin Punya Anak seperti Daffa, Jagoan Cilik Penghadang Motor yang Naik ke Trotoar?

Sunday, 8 May 2016 10:00:04 WIB | Wida Kriswanti
(Daffa dok. Ist)

AURA.CO.ID - Ingat kisah Daffa Farros Oktoviarto, bocah laki-laki heroik yang berani melarang kendaraan bermotor melewati trotoar? Mengapa anak sekecil itu bisa lebih berani menegakkan kebenaran?

Daffa menjadi bukti, masih ada harapan bagi kita untuk melahirkan anak-anak yang benar dan berani bersikap benar.

Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu UI, Depok mengisyaratkan bisa, asalkan orang tua komitmen menerapkan beberapa hal berikut di rumah: 

•    Menerapkan aturan yang jelas di rumah, bukan aturan yang bisa terus dinegosiasi. Contoh, ketika kita mengatakan bahwa hanya boleh main gawai satu jam sehari, maka tidak ada pengecualian atas apapun.  

•    Perjelas kepada anak bahwa setiap perbuatan ada konsekuensinya. Jika berbuat baik, maka ada konsekuensi baik. Sebaliknya, ketika anak melakukan perbuatan yang salah atau tidak baik, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung. Misalnya, anak menumpahkan air, maka ia harus ikut membersihkan tumpahannya. 

•    Beritahukan kepada anak bahwa kita sungguh menghargai kejujuran, tidak menyenangkan sekalipun. Sebaliknya, ketika anak berbohong, tunjukkan bahwa kita tidak suka, sedih, bahkan marah dengan ketidakjujurannya. Ini mencakup kata-kata bohong, mencontek, mencuri, dan lain-lain.

•    Terapkan budaya demokratis. Siapapun di rumah boleh menegur siapapun yang salah. Orang tua bisa menegur anak dan sebaliknya anak juga bisa menegur orang tua. 

•    Tunjukkan bahwa orang tua bisa minta maaf ketika melakukan kesalahan, tidak gengsi untuk minta maaf. 

(wida/gur)

 

Komentar