Kendati Normal Terjadi, Baby Blues Tetap Perlu Diwaspadai Saat Muncul Tanda Ini

Wednesday, 6 December 2017 22:30:00 WIB | Wida Kriswanti
Kendati Normal Terjadi, Baby Blues Tetap Perlu Diwaspadai Saat Muncul Tanda Ini (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Melahirkan memberi sejumlah perubahan besar pada diri seorang ibu. Tidak hanya terkait perubahan fisik, namun juga hormonal yang kemudian memengaruhi mental dan emosi. Hal inilah yang biasa menyebabkan seorang ibu melahirkan mengalami gangguan kejiwaan pasca melahirkan atau yang disebut dengan baby blues.

Dijelaskan psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana dalam acara peluncuran OramiBirthClub, komunitas pendukung ibu baru melahirkan dari Orami di Jakarta pada Rabu (6/12), baby blues normal terjadi dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bahkan sebanyak 80 persen ibu baru melahirkan mengalaminya.

"Baby blues gangguan kejiwaan pasca melahirkan yang paling ringan. Biasanya akan hilang dua minggu atau paling lama satu bulan," kata Vera Itabiliana. "Tanda - tanda seorang ibu baru melahirkan baby blues, ia akan sering emosian, mudah tersinggung, gampang marah. Terhadap bayinya, ibu yang baby blues menjauh," lanjut Vera.

Ditambahkan Vera, pada kasus baby blues, sesungguhnya ibu baru masih bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang ibu. Hanya saja tidak rileks, tidak santai, nangis melulu, dan bisa jadi sering marah - marah kepada pasangannya. Dukungan dari pasangan, keluarga, atau komunitas sesama bisa mempercepat pulihnya seorang ibu dari baby blues.

"Akan tetapi, jika mulai muncul perasaan ingin bunuh diri atau merasa mendengar suara - suara dan keinginan membunuh bayi yang dilahirkan, maka ini sudah menjadi gangguan kejiwaan yang lebih serius atau depresi,"  pungkas Vera. 

 

(wida / wida)

Komentar