Penyebab Utama Penyakit Diare pada Anak

Wednesday, 11 October 2017 21:50:04 WIB | Romauli Gultom
Ilustrasi (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Penyakit diare seringkali menjadi masalah serius pada bayi dan anak-anak.

Dehidrasi akibat diare masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada bayi dan balita di Indonesia.

Riset nasional menunjukkan bahwa 31.4% dari kematian bayi dan 25.2% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare.

Diare dapat membunuh bayi dan balita bila menyebabkan dehidrasi tingkat berat dan telat mendapatkan penanganan. Rata-rata bayi berusia dibawah 2 tahun terserang diare lebih dari 3x setahun.

Penyebab utama diare pada bayi antara lain infeksi Rotavirus, infeksi bakteri-bakteri jahat lain dari benda-benda kotor di sekitarnya, alergi, susu formula yang tidak diolah dengan tepat, keracunan makanan, flu, ataupun konsumsi antibiotik.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna bayi dan melindungi bayi dari diare, penting untuk menjaga sistem imun bayi.

Salah satu cara yang direkomendasi ahli kesehatan adalah dengan mengkonsumsi suplemen probiotik, yaitu bakteri baik yang efektivitas dan keamanannya sudah terbukti secara klinis dan diakui oleh BPOM.

Menurut dr. Intan Diana Sari Head of Medical PT. Interbat, setiap jenis probiotik berbeda-beda. Ada probiotik yang sudah teruji manfaatnya, ada juga yang belum memiliki dukungan scientific untuk klaim kesehatannya.

"Untuk itu, penting dalam pemilihan probiotik untuk manfaat kesehatan, perlu melihat bukti uji klinis sampai tingkat strain. Lactobacillus Reuteri Proctetis, salah satu yang paling banyak diteliti di dunia mengenai manfaat & keamanan nya," jelas dr. Intan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/10).

BPOM Indonesia mengkategorikan probiotik sebagai suplemen makanan, bukan obat. WHO mendefinisikan probiotik sebagai bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi penggunanya.

Syarat-syarat probiotik yang baik menurut WHO adalah berasal dari manusia, dapat bertahan hidup di saluran cerna, tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu, menghasilkan zat antimikroba, mampu melawan bakteri jahat dan memiliki dokumentasi penelitian yang baik.

“Sebagai orangtua, kesehatan anak tentu selalu menjadi kepentingan utama. Salah satu langkah awal dalam merawat kesehatan anak adalah menjaga kesehatan saluran cerna si kecil. Untuk itu, lindungi saluran cerna mereka dengan yang sudah terjamin dan teruji klinis aman untuk bayi dan anak,” ujar Mohamad Nurhadi, Brand Manager INTERLAC.

 

(uli / gur)

 

Komentar