Viral, Albothyl Disebut Bukan Obat Sariawan oleh Netizen

Thursday, 15 February 2018 20:50:23 WIB | TEMPO
Albothyl. (Twitter)

AURA.CO.ID - Di media sosial, netizen ramai membicarakan mengenai obat sariawan Albothyl yang mengandung policresulen cairan obat luar konsentrat 36 persen. Perbincangan tersebut mencuat setelah pengguna akun Twitter @cho_ro membuat cuitan mengenai hal tersebut.

Dalam cuitanya, akun @cho_ro menuliskan perjuangan selama 4 tahun yang dilakukan para dokter gigi akhirnya berhasil. “Akhirnya, Albothyl resmi TIDAK DISARANKAN sebagai obat oral/sariawan oleh BPOM,” tulis akun @cho_ro pada Rabu (14/2). Hingga Kamis (15/2) pukul 15:38, kicauan itu telah mendapat 10.163 retweet, 3.899 likes, dan mendapat 233 komentar netizen.   

Dalam cuitannya, akun @cho_ro juga melampirkan surat yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Dalam surat tersebut, BPOM tidak menyarakan penggunaan policresulen konsentrat sebesar 36 persen sebagai obat oral atau sariawan.

Albothyl. (Istimewa)

Selain akun @cho_ro, akun @_widyapsari juga banyak membicarakan soal ini. Dalam sebuah cuitan,  akun @_widyapsari bahkan menyertakan tautan berupa tulisan mengenai penggunaan policresulen yang dalam kasus tertentu malah memperparah sariawan.   

Dalam tulisanya, akun twitter @_widyapsari menulis dirinya merupakan seorang dokter gigi yang banyak menangani kasus penyakit rongga mulut. Ia mengaku beberapa pasien justru berbalik parah usai penggunaan obat yang berbahan policresulen.  

Sebelumnya beredar surat Badan POM bernomor B-PW.03.02.343.3.01.18.0021 mengenai rekomendasi hasil kajian aspek keamanan pasca pemasaran policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen. Surat yang bertanggal 3 Januari 2018 tersebut ditujukan kepada PT Pharos Indonesia.

Dalam surat tersebut,tertulis bahwa bahan belum ada bukti dan studi ilmiah yang mendukung bahwa penggunaan Policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsetrat sebesar 36 persen bisa disetujui. Selain itu, rekomendasi tersebut juga didasarkan atas adanya laporan bahwa penggunaan policresulen konsentrat sebesar 36 persen telah menyebabkan chemical burn pada mucosa oral oleh konsumen.

“Karena itu, policresulen cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak lagi direkomendasikan penggunaannya untuk indikasi pada bedah, dermatologi, otolaringologi, stomatologi dan odontology. Karena itu policresulen dalam bentuk sediaan carian oblat luat konsentrat 36 persen tidal boleh beredar lagi untuk indikasi tersebut,” tulis rekomendasi Badan POM dalam suratnya.   

TEMPO.CO

Komentar