Ini Perbedaan Menstruasi Pada usia 20an, 30an, dan 40an

Monday, 13 November 2017 23:30:00 WIB | Kiki Safitri
Menstruasi akan berbeda pada setiap fase usia (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Perubahan siklus menstruasi wanita memang sulit diprediksi. Seiring bertambahnya usia, siklus menstruasi akan terus berkembang dan disesuaikan. Ini termasuk masalah hormonal yang terkait dengan usia, kehamilan dan perimenopause.

Berikut beberapa perbedaan menstruasi pada usia 20an, 30an, dan 40an, seperti dilansir Health, Senin (13/11).

Di usia 20an

Pada usia belasan siklus menstruasi anda berada pada titik yang konsisten. Memasuki usia 20an, gadis - gadis muda mulai tidak berovulasi secara teratur.

Menurut Lauren Streicher, MD, seorang ginekolog yang berbasis di Chicago menyebutkan bahwa menstruasi anda akan lebih tidak menentu. Di sisi lain, saat siklus anda meningkat dengan durasi lebih atau kurang setiap bulan, Anda juga akan mulai mengalami PMS (premenstrual syndrome), kram, dan nyeri pada payudara. 

Perubahan menstruasi besar lainnya yang cenderung terjadi pada usia 20an ada kaitannya dengan pengendalian kelahiran. Ini adalah dekade di mana banyak wanita memutuskan untuk mulai menggunakan kontrasepsi hormonal. Penggunaan pil kemungkinan akan memicu perubahan pada menstruasi anda. 

Penggunaan kontrasepsi hormonal lainnya, seperti IUD atau Depo-Provera, suntikan kelahiran bisa menyebabkan menstruasi Anda terhenti. Pil KB dapat mencegah terjadinya ovulasi. 

Di usia 30an

Dalam dekade ini, siklus menstruasi mulai terasa lebih berat dengan rasa sakit yang lebih hebat daripada kram biasa. Ini bisa jadi pertanda adanya masalah yang lebih besar, karena adanya pertumbuhan jinak yang disebut fibroid, yang bisa membuat Anda mengalami pendarahan yang lebih berat.

Pada usia ini anda mungkin sudah memiliki bayi yang menyebabkan anda tidak mengalami mestruasi selama enam minggu setelah melahirkan. 

"Dan jika anda memutuskan untuk menyusui, masa menstruasi anda tidak akan kembali sampai anda menghentikan atau mengurangi jumlah waktu anda menyusui," kata Sheryl Ross, MD sorang dokter kandungan di Santa Monica, California.

Terlebih lagi, melahirkan dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada siklus menstruasi anda. 

"Banyak wanita akan mengatakan kepada anda bahwa setelah mereka menjalani kehamilan, kram mereka menjadi lebih baik," kata Dr. Streicher. 

"Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal, tapi karena pembukaan serviks menjadi sedikit lebih besar, proses menstruasi tidak memerlukan kontraksi rahim yang kuat," tambah Dr. Streicher. 

Di usia 40an

Di sinilah kesenangan sesungguhnya dimulai. Usia 40-an menandai dimulainya fluktuasi hormon perimenopause, yang merupakan prekursor menopause. Selama masa ini, umumnya delapan sampai 10 tahun sebelum menopause (yang biasanya terjadi di awal usia 50an), tubuh Anda bersiap untuk akhit-akhir menstruasi.

Perubahan hormon normal menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur. Siklus menstruasi yang lebih berat, bercak di antara periode menstruasi, dan rentang PMS yang lebih lama. 

"Hal yang selalu saya katakan tentang gejala perimenopause adalah satu hal yang bisa saya prediksi dan tidak ada yang bisa ditebak," kata Dr. Streicher. 

Meski ovulasi tidak menentu, anda tetap bisa hamil. Seorang wanita tidak sedang menopause sampai menstruasinya berhenti setidaknya dalam satu tahun. 

Periode yang sangat tidak teratur atau perubahan drastis pada siklus menstruasi anda mungkin merupakan gejala tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau sejumlah masalah kesehatan lainnya. 

 

(ki / wida)

Komentar