Kulit Menguning Belum Tentu Anda Mengidap Hepatitis

Monday, 14 August 2017 10:00:17 WIB | Wayan Diananto
Kulit menguning bukan berarti Anda pasti mengidap hepatitis. (Dok. Depositphotos)

AURA.CO.ID - Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis. Spesialis Gastroenterologi dan Hepatologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Irsan Hasan SpPD KGEH dalam sesi edukasi Hari Hepatitis Sedunia bersama Kalbe Farma mengingatkan, kembali tentang apa itu Hepatitis. Irsan menjelaskan, Hepar artinya hati. Titis artinya radang. Hepatitis adalah istilah umum untuk peradangan hati. Hepatitis itu tidak selalu disebabkan oleh virus.

Awam masih mengaitkan hepatitis dengan penyakit kuning. Padahal, kuning hanyalah salah satu gejala hepatitis. "Namun tidak setiap penyakit kuning itu pasti hepatitis. Banyak pasien yang tidak pernah mengalami penyakit kuning namun saat diperiksa darahnya, terindikasi mengidap Hepatitis. Kalau dilihat dari kuningnya, yang khas kuning akibat penyakit liver adalah bagian putih mata pasien menguning," terang Irsan Hasan di Jakarta, Minggu (6/8) lalu.

Kalau kulit Anda menguning tapi putih mata tidak menguning, itu bukan Hepatitis. Bisa jadi karena terlalu banyak mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung Betakaroten. Orang bilang banyak mengonsumsi buah dan sayur bisa memutihkan kulit. Yang dimaksud, bukan kulit memutih melainkan menguning. Irsan sering menerima pasien yang mengeluh badannya menguning dan was-was jika terkena Hepatitis, setelah diperiksa ternyata tidak.

Selain bagian putih pada mata menguning, gejala lain yakni warna urine menyerupai warna teh. "Itu pasti kena hepatitis. Kalau pipisnya bening-bening saja, Anda tidak perlu khawatir. Hepatitis ada lima jenis yakni hepatitis A, B, C, D, dan E," Irsan Hasan menambahkan. Pembedaan hepatitis menjadi A, B, C, D, E, bukan merujuk pada tingkatan kelas atau level parah.

Jadi Anda tidak perlu komplain, "Kok tiba-tiba saya mengidap hepatitis C? Kenapa tidak Hepatitis B dulu?" Irsan Hasan mengulas, "Ini bukan soal tingkatan kelas. Ini hanya penamaan. Walaupun namanya A, B, C, D, E, karakteristiknya berbeda. Hepatitis A misalnya menular lewat makanan. Hepatitis B dan C menular melalui suntikan dan transfusi darah. Hepatitis A peluang sembuhnya 99 persen. Tidak usah diberi antivirus karena memang tidak ada antivirusnya."

( wyn / wyn )

Komentar