Pengobatan Gangguan Tidur Pada Sindrom Tourette Tak Boleh Sembarangan

Friday, 11 August 2017 12:00:56 WIB | Nanda Indri Hadiyanti
Ilustrasi (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Tourette Syndrome atau sindrom tourette seperti yang dialami Tora Sudiro diketahui berhubungan dengan gangguan tidur. Saat gangguan tidur tersebut sudah sangat mengganggu dan berdampak pada kualitas hidup pasien, pasien perlu menjalani pengobatan medis dengan kontrol dan pengawasan oleh dokter ahli dalam bidangnya. 

Pasien biasanya akan mendapatkan perawatan sesuai dengan keluhan yang dirasa. Bisa melalui obat atau terapi.  "Untuk pasien dengan gangguan sulit memulai tidur, pasien dapat diobati dengan terapi psikofarmaka, seperti klonidin, tentu dengan dosis yang terpantau," ujar dr. Astuti Sp.S (K), saat dihubungi Kamis (10/8). 

Tetapi saat keluhan pasien dirasa sangat berat dan sangat mengganggu, dapat digunakan terapi antiinsomnia lainnya. Obat yang digunakan seperti golongan diazepine yang memiliki efek cepat tetapi durasi pendek. "Pasien tidak akan kesulitan untuk memulai tidur tetapi akan tetap dapat bangun dengan segar setelah tidur semalaman," lanjutnya.

Perlu diketahui semua terapi antiinsomnia akan dapat menyebabkan pasien mengalami toleransi terhadap dosis yang diberikan alias kebal terhadap efek obat.  "Sehingga untuk dapat memberikan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya, tetapi tidak menimbulkan efek racun terhadap pasien," ujarnya. 

Untuk itu pengobatan tidak bisa dilakukan sembarangan. Semua harus dilakukan di bawah pengawasan dokter khususnya dari neurolog gangguan tidur untuk menghindari efek samping atau over dosis dari penggunaan obat-obat tersebut. 

"Obat-obatan pada pasien dapat berakibat buruk hingga menyebabkan kematian akibat dosis yang dapat menyebabkan sifat racun dari obat itu sendiri," ungkap dr. Astuti. 

(nda/ari)

Komentar