Ayo Ibu, Tetap Waspadai Bahaya Laten Vaksin Palsu

Friday, 11 August 2017 03:45:04 WIB | Wayan Diananto

AURA.CO.ID - 
Masih ingat kasus vaksin palsu yang meledak pada Juni tahun lalu? Kepolisian Republik Indonesia kala itu mencatat 197 bayi teridentifikasi mendapat suntikan vaksin abal-abal. Vaksin palsu didapat dari 37 fasilitas kesehatan, termasuk 14 rumah sakit yang tersebar di kawasan Jabodetabek. Sebanyak 18 tersangka telah dijatuhi hukuman 6 sampai 10 tahun penjara.

Agar kasus serupa tak lagi terulang tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI) membentuk Tim GPP IAI. Tim ini bertugas membantu pemerintah dan rumah sakit untuk memastikan kualitas obat yang digunakan. Berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bangkitnya vaksin palsu.

Salah satunya, peningkatan kompetensi apoteker dan implementasi pelayanan kefarmasian yang baik di 40 rumah sakit sekota Bekasi, pekan lalu. Dalam acara itu, terungkap fakta bahwa upaya peningkatan kualitas obat di rumah sakit dapat dilakukan melalui empat lini. "Yakni, dari dalam rumah sakit dengan memberdayakan keberadaan apoteker, mengontrol distributor obat secara ketat oleh pemerintah (dalam hal ini Kementerian Kesehatan), mengontrol limbah rumah sakit (yang diharapkan menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup), serta ketersediaan obat di pasar," terang Dra Aluwi Nirwana Sani, Msi, AptDra Aluwi Nirwana Sani, Msi, Apt.

Menyelamatkan si kecil dari vaksin palsu bukan hanya tanggung jawab rumah sakit. Para ibu, juga dituntut aktif dan kritis. Ibu diminta lebih teliti mengecek kemasan vaksin sebelum diberikan kepada buah hati mereka. Vaksin resmi yang mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan berada dalam kemasan yang disegel. Cara lain untuk mengecek keaslian yakni mencermati ampul vaksin. Di ampul tersebut terdapat label informasi seputar vaksin.

Selain itu, label yang tercantum di ampul akan dilepas dan dilekatkan pada buku kontrol kesehatan setelah proses vaksinasi dilakukan. Kemasan vaksin kemudian dihancurkan oleh pihak rumah sakit. Ini penting mengingat bagian keterangan kode produksi dan masa kadaluarsa berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

(wyn / wyn)

 

Komentar