Indonesia Akan Jadi Kiblat Fashion Muslim 2020, Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Friday, 8 December 2017 15:00:00 WIB | Nanda Indri Hadiyanti
Peragaan busana koleksi Jenahara di JFW 2015 (Seno / Tabloidbintang.com)

AURA.CO.ID - Indonesia direncanakan menjadi kiblat fashion Muslim pada 2020 mendatang. Namun menurut desainer Jenahara Nasution hal tersbut masih menjadi PR bersama jika memang ingin diwujudkan.

"Sebenarnya itu bukan tugas satu pihaknya aja, bukan tugasnya desainer aja atau tugasnya wartawan aja yang memberitakan tapi ada peran bersama, jadikan aim kita," kata Jenahara Nasution saat ditemui di Rumah Maroko, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Jenahara Nasution juga berharap semua ikut serta termasuk pembeli Indonesia yang mendukung produk lokal dan juga keikutsertaan pemerintah.

"Seenggaknya pemerintah menyiapkan wadah, kalau misalnya desainernya udah banyak, market lokalnya juga sudah antusias, tapi kalau misal buyers dari luar mau beli disuruh ke mana? Ke Tanah Abang? Thamrin City? itu isinya copy-an desainer loh, aku nggak menyalahkan mereka tapi setidaknya pemerintah melek ke sana," lanjut desainer yang juga anak dari Ida Royani tersebut.

Selain itu, Jenahara juga berharap pemerintah bisa peduli dengan maraknya fast fashion yang ada di Indonesia yang juga menjadi pesaing perkembangan fashion yang sehat di Indonesia. Setidaknya dengan diatasinya masalah-masalah itu, baru kemudian menata kembali agar Indonesia bisa menjadi kiblat fashion muslim di dunia.

Menurut ibu tiga anak tersebut, jika tidak direncanakan dan dijalankan dengan serius, bisa jadi Indonesia akan kalah saing dengan negara-negara lain yang juga ingin mengklaimkan diri sebagai pusatnya fashion muslim di dunia.

"Sekarang Jepang sama Thailand aja juga mau loh menjadikan negaranya kiblat fashion Muslim. Kebayang kan negara yang Islamnya minoritas aja mau, jadi ya memang perlu kerja bersama. Kalau diseriusin ini bisa menjadi sesuatu yang mensejahterakan," tandasnya.

(nda / wida)

Komentar