Pamer Kemesraan di Media Sosial Tanda Hubungan yang Rapuh? Ini Menurut Ahli

Tuesday, 20 June 2017 14:50:00 WIB | Carisya Nuramadea
Pamer kemesraan di media sosial tanda hubungan yang rapuh (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Ternyata, cara yang paling jitu untuk menebak kondisi hubungan seseorang dengan pasangannya adalah lewat media sosial.

Seseorang yang mengucapkan pujian atau kata cinta terus-terusan terhadap pasangannya di media sosial sedang membangun apa yang disebut dengan ‘visibilitas hubungan’. Posting-an mereka di media sosial adalah citra yang ingin disampaikan kepada orang lain tentang hubungan mereka.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam sebuh jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, apa yang terdengar bahagia sebenarnya hanyalah topeng untuk menutupi ketidaknyamanan mereka soal hubungan yang sebenarnya.

Periset dalam penelitian tersebut berhipotesis bahwa visibilitas hubungan sangat terkait dengan kekuatan hubungan itu sendiri. Individu yang cemas memiliki keinginan untuk terus menerus menunjukkan visibilitas hubungan.

Setelah meneliti 108 pasangan untuk berpartisipasi dalam tiga studi terkait, hipotesis para peneliti tersebut terbukti benar.

"Setiap hari, ketika orang merasa tidak aman atau merasa insecure dengan pasangan mereka, mereka cenderung membuat hubungan mereka lebih terlihat orang lain," tulis para peneliti. Studi ini menyoroti bagaimana orang menggambarkan diri mereka kepada orang lain.

Dengan kata lain, ketika seseorang merasa tidak aman dalam hubungan mereka dan merasa sedih tentang pasangan mereka, mereka akan mem-posting dan memamerkannya di media sosial untuk semacam validasi bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Paling tidak, komentar yang meyakinkan dari teman atau kerabat tentang hubungan mereka bisa menjadi pengalihan dari rasa tertekan. Temuan ini setara dengan temuan penelitian lain yang menemukan bahwa pengguna media sosial itu tidak sebegitu "otentik" seperti apa yang mereka tampilkan di media sosial.

Airi Lampinen, rekan penulis studi terakhir, mengatakan dalam sebuah siaran pers, bahwa terlau sering memamerkan diri atau posting tentang diri sendiri punya banyak elemen keberpura-purannya.

 

(dea/wida)

Komentar