Konsultasi Psikologi: Wanita yang Sudah Kami Bantu Itu Mengambil Hati Suami

Monday, 19 June 2017 21:30:00 WIB | Wida Kriswanti
Konsultasi Psikologi: Wanita yang Sudah Kami Bantu Itu Mengambil Hati Suami (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi form KONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura, 

Rumah tangga saya sedang diuji. Suami saya selingkuh dengan wanita yang selama ini kami bantu. Wanita itu lari dari suaminya dan statusnya belum cerai secara resmi. Sejak tahu mereka selingkuh, saya sudah bicara baik - baik dengan mereka. Wanita itu dan suami saya sudah minta maaf. Namun ternyata di belakang saya mereka masih bersama malah ada niatan mau menikah siri.

Saya sudah bicara kepada suami, kalau saya tidak mau dimadu. Tapi suami saya juga tidak mau melepas saya.

Apa yang harus saya lakukan? Selama ini saya sudah bersabar dan memaafkan mereka, tapi malah begini balasannya.  

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Dear, 

Saya turut bersimpati atas apa yang Anda alami. Bahkan saya tidak bisa membayangkan, orang yang dengan sukarela Anda bantu, malah menyakiti sedalam itu. 

Namun demikian, sesungguhnya tidak ada cinta yang bertepuk sebelah tangan. 

Artinya, perselingkuhan antara suami dan wanita ini pastilah ada andil yang sama besar antara suami Anda dan wanita ini. Maaf mesti saya sampaikan, bahwa wanita ini mungkin hanya orang yang kebetulan ada di posisi yang tepat. 

Suami Anda sesungguhnya bukanlah laki - laki baik - baik, meski selama ini terlihat baik. Namun berarti ada sifat atau perangai yang tertahan dan tidak terlihat, yaitu tidak mampu berkomitmen dan menghargai kesucian pernikahan. Mungkin saja bisa terjadi bukan dengan wanita ini, bisa saja dengan yang lain. 

Saran saya, Anda dan suami datangi konsultan pernikahan atau psikolog atau pemuka agama untuk mencari jawaban solusi yang paling tepat. 

Jika memang Anda tidak ingin dipoligami, maka harus apa dan bagaimana. 

Syukur jika ada kesadaran dari suami untuk kembali kepada Anda dan keluarga. Jika tidak, tentu perceraian tidak dapat dihindari. 

Cari solusi terbaik yang jangan sampai menjadi masalah, terutama dengan kehidupan anak - anak kelak. Dengan wanita ini, tentu sah saja jika Anda tidak lagi berhubungan baik dengannya. Andaipun Anda bisa menerima dan memaafkan, tentu bukan berarti ada kesempatan kedua, karena itu hal yang berbeda.

 

(anggia/wida)

Komentar