Bersiap Lebaran, Berikut 7 Cara Terbaik Meminta Maaf Kepada Pasangan

Monday, 19 June 2017 20:30:00 WIB | Widya Laras
Meminta maaf kepada pasangan penting dilakukan di Hari Raya (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Pada In The Science of Trust, dr. John Gottman menerangkan bahwa pasangan yang secara emosional bisa melupakan kejadian menyebalkan dan mudah memaafkan akan menciptakan hubungan yang lebih kuat. Dengan kata lain, pasangan yang meminta maaf secara tulus satu sama lain bisa menghilangkan ‘racun’ dalam hubungan mereka.

Mungkin kita merasa tidak perlu meminta maaf kepada pasangan – apabila jika ada perkataan atau tindakan yang tidak disengaja. Namun, meminta maaf pada pasangan merupakan kunci utama pernikahan yang langgeng karena membuat kita belajar melepaskan masalah kecil maupun besar.

Jika meminta maaf kepada pasangan, pastikan kita melakukannya dengan benar. Berikut tujuh cara yang bisa kita lakukan:

Identifikasi dua alasan mengapa kita merasa perlu meminta maaf pada pasangan

Mengumpulkan kesadaran mengenai kejadian sebelumnya bisa menumbuhkan rasa empati pada pasangan. Tanyakan pada diri sendiri: ‘Mengapa saya melakukan hal yang mengecewakan pasangan?’, ‘Apakah tindakan itu disengaja?’

Bertanggung jawab atas tindakan atau perkataan yang dikeluarkan

Pahami bahwa kita sudah melakukan kesalahan dengan mengatakan: ‘Aku bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Dan aku meminta maaf jika hal tersebut melukaimu. Kemampuan seseorang melakukan hal ini bisa mengubah dinamika hubungan menjadi lebih baik.

Gunakan kalimat “Aku minta maaf” dan “Aku salah”

Permintaan maaf kita akan lebih didengar dan diterima jika menggunakan dua kalimat tersebut. Selanjutnya, jelaskan lebih spesifik tentang apa kesalahan yang dilakukan hingga membuat pasangan marah dan terluka.

Jelaskan kepada pasangan bagaimana cara memperbaiki situasi

Sebagai contoh, jika kita mengatakan sesuatu yang menyakiti hati ibu mertua (dan akhirnya membuat marah pasangan), maka kita bisa meminta maaf dengan mengajak mereka makan siang bersama.

Deskripsikan mengapa kita melakukan kesalahan tersebut tanpa membuat alasan

Jelaskan mengapa kita mengeluarkan kalimat yang mengecewakan tanpa menyalahkan pasangan. Mengatakan “Aku melakukan hal ini karena terlalu capek di kantor” lebih baik dibanding membawa-bawa pasangan atas perkataan buruk yang kita keluarkan.

Minta agar pasangan mau memaafkan

Setelah menjelaskan semuanya, tanya kepada pasangan apakah dia mau memaafkan kita. Pastikan kita melakukannya di tempat yang suasananya mendukung percakapan pribadi dan tanpa distraksi (seperti televisi, telepon genggam, atau anak-anak).

Jangan gengsi

Jangan biarkan gengsi membuat kita merasa selalu “benar”. Diskusikan apa yang terjadi dengan pasangan dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan membuat kita mudah melepaskan dendam dan bisa memperbaiki kualitas hubungan. 

 

(widya/wida)

Komentar