[KONSULTASI] Belum Berhubungan Badan dengan Istri Selama 5 Tahun Pernikahan

Friday, 17 February 2017 12:20:00 WIB | Wida Kriswanti
Kunci langgeng pernikahan adalah hubungan intim yang sehat (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Redaksi Aura membuka layanan konsultasi psikologi. Anda bisa mengisi formKONSULTASI PSIKOLOGI AURA. Tuliskan kisah, kegundahan, atau apapun yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga, asmara, masalah-masalah anak, dan lain-lain. Identitas penanya akan dirahasiakan sesuai permintaan.

Jangan ragu untuk bertanya, mari bersama-sama lebih cerdas menghadapi kehidupan ini. Kami tunggu partisipasinya, Ladies.

Tanya:

Dear Aura,

Saya seorang suami dan saya telah berumahtangga selama 5 tahun dengan istri tercinta.

Saya punya keluhan rumah tangga yang mungkin terbilang agak langka. Ini tentang seks. Selama 5 tahun perkawinan, kami belum pernah berhubungan badan. Saya belum pernah merasakan sensasi yang sebenarnya dikarenakan Mr P saya belum pernah masuk ke lubang Miss V istri.

Alasannya, karena istri saya merasa ketakutan, dalam hal ini katanya takut sakit dan dia adalah orang yang tidak bisa menerima rasa sakit. Melihat jarum suntik ketika akan disuntik saja dia takut. Mungkin ini semacam phobia.

Jujur, saya merasa tersiksa dengan kondisi seperti ini. Tolong tip dan solusinya untuk saya.

Terima kasih.

Jawab: (Oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria @ig_giadc)

Terima kasih Anda telah mempercayakan masalah Anda kepada kami.

Mengenai yang Anda sampaikan, ini memang termasuk unik walau tidak aneh sama sekali. Pernah saya menemukan beberapa klien dengan permasalahan sama seperti yang Anda alami.

Kasus ini, jika secara ekstrim, sering dikenal dengan istilah vagina dentata (vagina bergigi). Tentu yang dimaksud bukan gigi sesungguhnya, melainkan karena adanya penolakan yang luar biasa, sehingga setiap kali intercouse, syaraf organ kewanitaan mendadak menegang dan menjadi amat sangat keras mencengkeram atau “menggigit”.

Sehingga pada beberapa kasus yang saya pernah tangani, hal ini sampai menyebabkan organ vital laki-laki menjadi terluka bahkan berdarah karena tekanan atau “gigitan” yang luar biasa ini.

Pada hampir semua kasus seperti ini, bisa terjadi disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Hubungan seksual yang tidak diharapkan

Misal, istri pernah mengalami trauma seksual langsung, seperti pelecehan seksual atau pencabulan atau pemerkosaan. Namun jika dari cerita Anda, kasusnya sepertinya tidak termasuk yang ini.

2. Karena pernah trauma

Trauma bisa disebabkan beberapa hal, biasanya terkait dengan pengalaman seksual yang traumatik sebelumnya. Beberapa memang mengalami pelecehan (diperkosa) sebelumnya saat masih muda atau kecil.

Tapi, beberapa ternyata tidak.

Pernah ada juga trauma yang disebabkan karena sejak kecil selalu mendapat doktrik dari orang tua tentang hal-hal menakutkan tentang persetubuhan. Tapi, larangan ini cenderung terlalu menakut-nakuti. Seperti pernah saya temukan kasusnya, ada wanita yang sejak kecil oleh ayah dan ibunya diperlihatkan gambar-gambar perempuan yang disiksa di neraka akibat melakukan seks bebas atau seks yang bukan dengan pasangan sah.

Inilah (salah satunya) traumatik seksual yang bisa dialami oleh perempuan sehingga menjadi kondisi vagina dentata, di mana trauma yang ada bukanlah disebabkan kekerasan atau pemerkosaan. Vagina dentata pada istri belum terbukti, tapi jika Anda memaksakan hubungan badan itu, barulah Anda bisa membuktikan apakah benar seperti itu atau justru tidak.

Saran saya, ajak istri untuk bertemu psikolog. Karena dari cerita Anda, sepertinya rumah tangga Anda bahagia dan tidak ada masalah sehingga menyebabkan kondisi vagina dentata ini.

Karena jika kondisinya seperti yang Anda sampaikan, pasti istri Anda merasa sedih, tidak bahagia, dan karena juga tidak bisa membahagiakan Anda sebagai pasangannya.

Semakin cepat Anda berikan bantuan untuk datang ke psikolog, semakin baik. Ada baiknya juga jika Anda datang lebih dulu ke psikolog untuk menjelaskan lebih detail kondisi istri.

Demikian semoga dapat cukup menjawab pertanyaan Anda.

 

(anggia/wida)

Komentar