Diet Rendah Karbohidrat Justru Bisa Membuat Otak Lemot?

Tuesday, 18 July 2017 18:10:00 WIB | Yuriantin
Kekurangan asupan karbohidrat bisa sebabkan gangguan pada otak (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Bagi Anda yang sedang diet, karbohidrat sering dicap sebagai musuh. Pasalnya, banyak yang menganggap karbohidrat sebagai dalang dari bobot tubuh yang meningkat. Dan tidak sedikit yang mengaku berat badan menyusut setelah mengurangi karbohidrat. Salah satunya dengan metode diet ketogenik.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak ini tengah digandrungi. Padahal menurut dokter ahli gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, bobot tubuh yang menyusut sebenarnya adalah kadar air dalam tubuh. 

"Air dalam tubuh akan mengikat karbohidrat. Ketika tidak ada asupan karbohidrat, maka air akan dilepaskan karena tidak mengikat apa-apa," ucapnya dalam konferensi pers peluncuran Herbilogy pada Selasa (18/7) di Jakarta.

Tidak hanya itu, kurangnya asupan karbohidrat juga akan mengurangi fungsi otak. "Akibatnya, otak bisa jadi lemot," imbuh Samuel. Maka, ia menyarankan untuk tetap mengonsumsi karbohidrat minimal 120 gram per hari. 

Yang penting saran Samuel, perhatikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi. Karbohidrat kompleks bisa jadi pilihan, misalnya nasi merah, ubi dan kentang yang dikonsumsi bersama kulitnya. 

 

(yuri / wida)

Komentar