Mencegah Kejadian Kondom Tertinggal di Liang Sanggama, Menurut Ahli

Tuesday, 18 July 2017 12:30:00 WIB | Wida Kriswanti
Gunakan kondom secara hati - hati untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Karena paling minim risiko kesehatannya, kondom menjadi alat kontrasepsi favorit banyak wanita. Akan tetapi, pemilihan kondom yang kurang tepat bisa jadi tidak mampu mencegah kehamilan. Paling buruk, menghilangkan rasa nikmat saat berhubungan intim. Duh, jangan sampai! 

Oleh karenanya, pastikan untuk memilihkan kondom yang tepat untuk suami Anda tercinta. Karena keuntungannya jelas bagi Anda berdua, he he he. Nah, tips dari dr Heru H Oentoeng, SpAnd., Spesialis Andrologi bisa dicermati baik - baik. Seperti yang kami kutip dari rilis Durex yang diterima redaksi Aura berikut ini.  

1. Pilih kondom berbahan lateks

Di pasaran terdapat dua jenis kondom, yaitu kondom berbahan lateks dan sintetis. Keduanya sama baik, sama - sama memiliki keunggulan, namun kondom berbahan lateks yang dirancang sebagai alat kontrasepsi dan mencegah penularan kuman akan menjadi pilihan yang tepat bagi Anda dan pasangan yang ingin menunda kehamilan. Kelebihan lainnya, kondom lateks sangat elastis dan bisa pas sesuai bentuk penis sehingga sangat nyaman digunakan. 

2. Cek tanggal kadaluwarsa kondom 

Kejadian kondom bocor atau sobek besar kemungkinan disebabkan tanggal kadaluwarsa kondom yang sudah lewat. Maka pastikan selalu mengecek tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan periksa baik - baik kondom sebelum digunakan. Walau tanggal kadaluwarsa belum lewat, bisa saja terjadi kondom mengering karena kemasannya rusak. 

3. Pasang kondom dengan benar

Jangan tergesa - gesa, pastikan kondom dipasang dengan benar dan pas di penis. Kondom yang terpasang longgar atau tidak pas dengan ukuran penis berisiko menyebabkan tertinggalnya kondom di dalam liang senggama. Selain itu, pastikan tidak membuka kemasan kondom menggunakan gigi, memasangnya dengan jari berkuku tajam atau mengenakan cincin, karena berisiko menyebabkan kondom sobek. Pasang kondom dengan membuka gulungan ke arah batang penis, sesuaikan hingga menutupi seluruh bagian penis. Jangan lupa sisakan sendikit bagian ujung kondom untuk ruang sperma ketika terjadi ejakulasi. Ketiadaan ruang tampung sperma bisa sebabkan kebocoran sperma melalui atas batang penis. 

4. Gunakan pelumas

Berikan rangsangan yang cukup kepada pasangan sebelum menggunakan kondom dan melakukan penetrasi. Gesekan yang terjadi ketika berhubungan intim dapat menyebabkan timbulnya tekanan berlebihan pada kondom. Jadi pastikan pasangan telah terlumasi dengan sempurna. Sebagai alternatif, gunakan gel pelumas atau lubricant gel yang bermutu baik dan memang khusus untuk digunakan saat berhubungan intim. Jangan pernah gunakan pelumas alternatif seperti baby oil atau hand body yang dapat merusak kondom. Gunakan gel pelumas berbahan dasar air. 

5. Lepaskan kondom dengan benar dan buang pada tempatnya 

Selalu hati - hati saat melepaskan penis berkondom dari vagina pasangan. Masalah yang paling sering terjadi adalah tertinggalkan kondom di dalam liang senggama atau sperma yang bocor dan masuk ke dalam vagina. Tarik penis dengan memegang bagian pangkalnya beserta kondomnya, dan pastikan menariknya perlahan. Jangan lupa untuk membuang kondom secara bijak dan pada tempatnya. 

 

(wida / wida)

Komentar