Bukan Aktivitas Fisik, Keguguran Lebih Sering Terjadi Karena Kelainan Kromosom

Monday, 17 July 2017 18:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
Keguguran sering terjadi akibat kelainan kromosom (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Kromosom yang tidak cocok menyebabkan setidaknya 60 persen keguguran. Hal ini diungkap Bryan Cowan, MD, ketua departemen kebidanan dan ginekologi di University of Mississippi Medical Center di Jackson, dan juru bicara American College of Obstetricians and Gynecologists dalam Parenting.

Kromosom adalah struktur kecil di setiap sel yang membawa gen kita. Masing-masing dari kita memiliki 23 pasang, satu set dari ibu dan satu set dari ayah. Terkadang, saat telur dan sperma bertemu, satu atau lainnya salah dan kromosomnya tidak bisa berbaris dengan benar. Dalam hal ini, embrio yang dihasilkan memiliki kelainan kromosom dan kehamilan biasanya berakibat pada keguguran.

Pasangan yang mengalami dua atau lebih keguguran berturut-turut terkadang belajar, melalui tes medis, bahwa mereka memiliki anomali kromosom yang tidak memengaruhinya, tapi mencegah mencegah mereka mendapatkan keturunan.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Jika Anda mengalami satu kali keguguran, bersabarlah. Anda sangat mungkin untuk hamil lagi dan melahirkan bayi yang sehat. Namun, jika Anda mengalami keguguran lagi, pertimbangkan untuk pergi ke dokter Anda dan mendapatkan rekomendasi ke laboratorium untuk pengujian kromosom.

Menurut Jonathan Scher, MD seorang spesialis kesuburan di Manhattan dan rekan penulis Preventing Miscarriage: The Good News (Collins 2005), jika kromosom Anda normal, dokter dapat segera mulai mencari masalah lain yang mungkin menjadi penyebab atas keguguran yang tentunya dapat segera ditangani.

 

(dea / wida)

Komentar