Wah, Berlama - lama Tidur di Akhir Pekan Bagus untuk Kesehatan dan Kecerdasan!

Monday, 17 July 2017 17:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
Bermalas - malasan di akhir pekan dapat membantu menjaga kesehatan dan kecerdasan Anda (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Memanjakan diri dan bersantai di akhir pekan memang menyenangkan. Lelah selama satu minggu beraktivitas di kantor rasanya pantas dibayar dengan berleha-leha di akhir pekan. Apakah Anda termasuk orang yang mesti berjuang untuk bangun pagi di akhir pekan? Jika ya, selamat! Karena Anda akan jauh lebih cerdas dan sehat, menurut sebuah penelitian terbaru. 

Dilansir Country Living, penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur di akhir pekan sebenarnya lebih cerdas dan lebih sehat daripada rekan-rekan mereka.

Peneliti medis di Korea Selatan merekrut dan mewawancarai sampel acak lebih dari 2.000 peserta berusia antara 19 dan 82 tahun, mengajukan pertanyaan tentang kebiasaan tidur, tinggi badan dan berat badan mereka, suasana hati dan kondisi medis mereka.

Ditemukan bahwa mereka yang tidak cukup tidur selama seminggu, tapi tidur di akhir pekan, memiliki Body Mass Index yang sedikit lebih rendah daripada mereka yang terus menerus bangun di awal hari pada hari libur mereka.

Berbicara kepada Reuters Health, penulis utama Dr Chang-Ho Yun dari Universitas Nasional Seoul, Budang Hospital mengatakan, “Tidur pendek, biasanya menyebabkan hutang tidur, biasa terjadi dan tak terelakkan dalam banyak kasus, merupakan faktor yang meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan juga kematian."

Rata-rata peserta tidur 7,3 jam per malam. Sekitar 43% melaporkan tidur lebih lama pada akhir pekan sekitar dua jam - menghasilkan BMI rata-rata 22,8. Relatif, mereka yang tidak tidur lebih banyak di akhir pekan memiliki BMI rata-rata 23,1. Perbedaan itu kecil, tapi sebenarnya sangat signifikan secara statistik.

Dengan demikian, orang yang kurang tidur justru lebih ‘gemuk’ dibanding yang tidur cukup. Mereka yang tidur pendek cenderung makan lebih banyak per hari dan berolahraga lebih sedikit. Jika orang bergantung pada bunyi alarm untuk bangun, artinya, orang itu belum cukup tidur.

Perpanjangan waktu tidur di akhir pekan bisa menjadi perbaikan cepat untuk mengimbangi kehilangan tidur selama seminggu. Meskipun demikian, itu bukan merupakan solusi akhir untuk kesulitan tidur kronis. Dan kika durasi tidur rata-rata dalam seminggu jauh di bawah jumlah optimal, bahkan dengan perpanjangan tidur akhir pekan pun, kemungkinan manfaatnya akan menghilang.

 

(dea / wida)

Komentar