Robby Purba Berhenti Merokok Setelah Mendengar Napasnya Sendiri

Sunday, 16 July 2017 12:00:11 WIB | Wayan Diananto
Robby Purba Berhenti Merokok Setelah Mendengar Napasnya Sendiri (Ryan / tabloidbintang.com)

AURA.CO.ID - Beberapa minggu lalu, Robby Purba (30) melarikan ibunya, Siti Hadijah Damanik ke rumah sakit mata di Jakarta.

Ada sesuatu yang menghalangi pandangan Siti. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendapati kista di bola matanya. Vonis dokter membuat hati Robby ketar-ketir.

“Ini pasti ada yang merokok di rumah,” ucap dokter kepada Siti dan Robby.

Suasana kemudian hening. Beberapa detik kemudian, Robby membuat pengakuan, “Ya Dok, saya yang merokok di rumah.”

Vonis kista menambah panjang daftar orang-orang di sekitar Robby yang menderita penyakit akibat rokok. Sebelumnya, keponakan Robby divonis mengidap tumor ganas di paru-paru. Padahal, keponakan Robby baru berusia 18 tahun dan bukan perokok aktif.

“Almarhum ayahnya perokok berat. Sejak kecil, ia hidup dengan ayah yang merokok. Saya menduga ia menjadi perokok pasif,” ungkap Robby di Gandaria City, Jakarta Selatan, minggu lalu. 

Dua orang yang disayangi Robby jadi korban rokok. Hatinya terombang-ambing. Separuh hati meminta Robby segera mengakhiri hubungan dengan tembakau. Setengah hati lainnya mengajak Robby mengenang kembali nikmatnya mengisap tembakau yang terbungkus kertas warna-warni. Keberanian untuk menceraikan tembakau akhirnya muncul pada pertengahan Ramadan lalu. 

Robby Purba Berhenti Merokok Setelah Mendengar Napasnya Sendiri (Ryan / tabloidbintang.com)

“Selama puasa, saya bisa tidak berasap selama 12 jam. Saya berpikir, kenapa tidak ditambah 12 jam lagi? Selama 12 jam saya berhenti merokok karena kecintaan kepada Allah, 12 jam sisanya saya berhenti merokok untuk mencintai diri sendiri. Saya merasa tertantang,” urainya.

Pikiran  meninggalkan rokok menguat ketika Robby Purba mendadak susah memejam. Penyebabnya, ia mendengar suara napas yang ternyata berasal dari dirinya sendiri. 

Panik karena bisa mendengar tarikan napasnya sendiri, artis kelahiran 25 Juli itu berselancar ke jagat maya. Ia mempelajari apa saja bahaya rokok. Usai sahur, Robby membuat keputusan besar. Ia membuang semua barang yang berhubungan dengan rokok termasuk asbak. Ia tak mau mencium bau rokok di rumah karena aroma itu sangat menggoda. Ini demi kesehatan ibunda dan diri sendiri. 

“Saya akhirnya tahu bahwa racun dalam rokok itu 30 persennya menyerang perokok aktif. Selebihnya, menjangkiti perokok pasif. Karenanya, banyak kematian menimpa mereka yang tidak merokok tapi hidup di lingkungan akrab dengan asap rokok. Sampai sekarang, ada 8 teman saya yang meninggal karena rokok. Mereka mangkat usai berperang melawan kanker lidah, kanker paru, dan beberapa jenis kanker lain,” papar Robby, panjang.

Beberapa hari setelah putusan itu dibuat, bintang film Kutukan Arwah Santet berkonsultasi dengan beberapa dokter dari berbagai disiplin ilmu di Rumah Sakit Persahabatan.

Robby Purba Berhenti Merokok Setelah Mendengar Napasnya Sendiri (Ryan / tabloidbintang.com)

Kali pertama, ia berkonsultasi dengan dokter spesialis paru-paru. Dokter mengatakan, kesehatan paru-paru Robby berada di level sedang. 

“Ia mengingatkan, beberapa orang yang putus hubungan dengan rokok, amarahnya menjadi susah dikontrol. Alhamdulillah, emosi saya sejauh ini stabil,” ia menukas.

Saat keinginan merokok menyusup, Robby mengalihkan godaan dengan berolahraga atau makan. Namun tantangan terbesar berhenti merokok adalah ketika Buang Air Besar (BAB). Menongkrong di atas kloset sambil mengisap rokok itu nikmat bukan main. 

 

(wyn / gur)

 

Komentar