Saat Begadang, Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Kita?

Saturday, 15 July 2017 04:00:45 WIB | Wayan Diananto
Saat Begadang, Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Kita? (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Kabar seorang dokter meninggal setelah berjaga 2 X 24 jam menjadi viral pada libur Lebaran lalu. Dugaan awal, dia meninggal akibat kelelahan.

Terlepas dari hasil diagnosis dokter terkait penyebab mangkatnya sang dokter, publik mengingat kembali pentingnya memperhatikan durasi istirahat.

Begadang boleh saja, asal ada perlunya. Sleep physician dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, Dr. Andreas Prasaja, RPSGT menyampaikan ulasan terkait apa yang terjadi pada tubuh kita saat begadang demi pekerjaan atau urusan penting lainnya.

“Tidur terdiri dua komponen. Pertama, orang butuh sensasi kantuk. Ini berhubungan dengan jam biologis. Kedua, sistem homeostasis atau dalam bahasa sederhana, utang tidur. Ada jam tidur, ada utang tidur. Kuncinya, Anda mesti bisa menyesuaikan aktivitas tidur dengan jam biologis serta durasinya harus cukup,” terang Andreas di Jakarta Pusat, pekan ini.

Dia membenarkan bahwa kurang tidur bisa berdampak fatal. Sejumlah literatur menunjukkan bahwa kurang tidur memperpendek usia mengingat manusia lebih kuat tidak makan daripada tidak tidur. Manusia yang tidak makan (namun tetap minum -red) masih bisa bertahan hidup beberapa pekan.

Dalam catatan sejarah, manusia bisa tidak tidur paling lama 11 hari.

“Pelakunya orang Amerika tahun 1960-an. Itu pun kondisinya seperti orang gila. Dia mulai berhalusinasi dan emosinya tidak terkontrol. Karenanya, Amnesti Internasional menyatakan bahwa pengurangan durasi tidur salah satu bentuk penyiksaan. Mereka yang terus menerus kurang tidur lebih cepat mengalami breakdown, mentalnya rapuh,” Andreas menukas.

 

(wyn / gur)

 

Komentar