Ganti Celana yang Basah Agar Vagina Tak Berjamur

Tuesday, 20 June 2017 22:00:10 WIB | TEMPO
Ilustrasi

AURA.CO.ID - Jamur ini tumbuh di sekitar vagina. Dalam batas normal tidak berbahaya, namun jika jumlahnya berlebih, akan mengganggu kesehatan vagina.

Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh jamur bernama Candida Albicans yang tumbuh secara tidak normal. Menurut seorang ginekolog dari Mount Sinai School of Medicine, New York, Amerika Serikat, Alyssa Dweck, MD, penderita infeksi jamur pada vagina bukan hanya mereka yang aktif melakukan hubungan seksual.

Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi tumbuhnya jamur Candida secara tidak normal.

“Kehamilan, diabetes, penyakit menular seksual hingga penggunaan antibiotik selama menjalani pengobatan tertentu juga dapat mendorong pertumbuhan jamur Candida secara tidak normal,” ujar Dweck.

Seperti apa ciri-ciri infeksi jamur pada vagina? Jika Anda sering menderita gatal, bahkan sangat gatal setelah mencuci vagina, hal tersebut merupakan tanda pertama adanya infeksi jamur. Kedua, vagina seperti terbakar setelah buang air kecil. Ketiga, kerap dijumpai cairan putih kental yang diikuti dengan gatal-gatal atau rasa terbakar
pada vagina dan yang terakhir adanya rasa nyeri atau kemerahan pada vulva.

Untuk menyembuhkan infeksi jamur pada vagina, maka keseimbangan pH vagina harus dijaga. Anda dapat memanfaatkan yogurt sebagai obat. Yogurt tidak hanya dapat dikonsumsi langsung namun juga dapat digunakan dalam beberapa cara mudah untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina.

Pertama, pilih yogurt tanpa rasa dan tidak dipasteurisasi. Anda dapat mengoleskan yogurt tersebut dengan sendok atau spatula ada pembalut yang Anda gunakan siang dan malam. Ulangi selama tiga hingga tujuh hari hingga gejala infeksi jamur pada vagina menghilang.

Yogurt juga dapat digunakan sebagai pengganti sabun khusus kewanitaan dengan cara mencampurkan beberapa sendok makan yogurt dengan air kemudian digunakan untuk membasuh vagina.

Kedua, rutin mengonsumsi jus buah beri. Hasilnya akan jauh lebih maksimal jika Anda mengonsumsi jus buah beri segar bukan kalengan. Ketiga, hindari pemakaian celana ketat. Pilih celana berbahan dasar katun.

Cara terakhir untuk mengobati infeksi jamur pada vagina ialah dengan menjaga vagina agar tetap kering dan tidak lembap. “Untuk mengobati infeksi jamur pada vagina, hindari celana, terutama celana dalam yang basah. Segera ganti jika Anda merasa celana tersebut sudah lembap,” ujar Carol Downer, pendiri Federation of Feminist Women’s Health Centers.

 

TEMPO.CO

 

Komentar