Mudik Lebaran 2017: Aturan Tidur Saat Mudik Bagi Penderita Diabetes

Tuesday, 20 June 2017 18:00:00 WIB | Carisya Nuramadea
Penderita diabetes harus mengatur jadwal tidur saat mudik (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Kegiatan mudik kadang tidak lepas dari perjalanan jarak jauh yang harus ditempuh. Oleh karena itu, selain kesiapan finansial dan mental, kesiapan fisik juga sangat berpengaruh. Namun, bagaimana bila Anda atau salah satu anggota keluarga menderita diabetes? Dalam perjalanan, mungkin kerap kali penderita ketakutan akan lonjakan atau penurunan drastis gula darah.

Salah satu tip travelling alias mudik jarak jauh bagi penderita diabetes adalah dengan mengatur pola tidur: tidak boleh kurang bahkan berlebihan tidur.

Jangan kurang tidur

Saat Anda kurang tidur, otak Anda berpikir bahwa Anda tidak mendapatkan cukup bahan bakar, kata Alan Marcus, MD, FACP, dokter dalam praktik pribadi di Laguna Hills, California, yang mengkhususkan diri pada pengelolaan diabetes dan endokrinologi.

"Plus [karena lelah], otak Anda hanya menggunakan glukosa untuk energi - tidak menggunakan protein atau lemak. Bila Anda tidak tidur, berat badan Anda bertambah karena otak Anda benar-benar mengirim sinyal yang memberi tahu Anda untuk makan lebih banyak karbohidrat,” dia berkata.

Untuk meningkatkan tidur Anda ketika Anda jauh dari rumah (dan inilah mengapa Anda tidak tidur nyenyak di hotel) dan mencegah hasrat akan makan terlalu banyak karbohidrat, hindari menonton TV larut malam dan jangan minum kafein setelah siang hari. Mandi air hangat sebelum tidur juga membantu.

. . . Tapi, jangan juga terlalu banyak tidur

Saat Anda sedang dalam perjalanan, Anda mungkin tergoda untuk tidur setengah hari lagi; Bagaimanapun, intinya adalah untuk terus-terusan tidur dan bersantai. Ternyata itu ide yang buruk. Sebuah penelitian di Jepang yang diterbitkan baru-baru ini di Sleep Medicine mengungkapkan bahwa kebanyakan tidur mengganggu kadar gula darah Anda.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Yale terhadap 1.709 pria, menemukan bahwa mereka yang secara teratur tidur kurang dari 6 jam memiliki dua kali risiko diabetes; namun ketika mereka tidur lebih dari 8 jam, risiko mereka meningkat tiga kali lipat. Studi ini melihat tingkat hemoglobin A1C peserta - sebuah penanda diabetes - dalam kaitannya dengan tidur.

"Studi ini menemukan bahwa kadar A1C hemoglobin Anda akan lebih rendah jika Anda memiliki jumlah tidur yang tepat dibandingkan terlalu banyak atau terlalu sedikit," kata Eric Yan, MD, spesialis nutrisi dokter di Valens Medical di Irvine, California.

Kurva berbentuk U menunjukkan bahwa ada jumlah tidur yang ideal. Jadi apa itu? Periset belum menunjukkannya, namun tampaknya berada di antara 6 dan 8 jam. Oleh karena itu, raihlah tidur selama antara 7 dan 8 jam per malam sesuai jumlah yang direkomendasikan oleh National Sleep Foundation.

 

(dea/wida)

Komentar