Kisah Tentang Vaksin di Berbagai Belahan Dunia

Monday, 19 June 2017 13:20:00 WIB | Carisya Nuramadea
Vaksin punya cerita beragam di berbagai negara (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Perundang-undangan baru di Jerman mewajibkan semua taman kanak-kanak untuk memberi tahu otoritas kesehatan jika orang tua tidak menyertakan bukti vaksinasi anak. 

Sekiranya itulah yang dilansir dalam CNN baru-baru ini.

Sejak awal 2017 sampai 7 Mei, menurut sebuah laporan dari European Center for Disease Prevention and Control , terdapat 634 kasus campak di Jerman. Padahal pada periode yang sama di tahun 2016, hanya terjadi 62 kasus. Laporan lain menunjukkan seorang wanita berusia 37 tahun di kota Essen meninggal karena campak, sebuah penyakit virus yang dapat menyebabkan komplikasi termasuk pneumonia dan ensefalitis.

Menurut laporan yang sama di Eropa, selain Jerman, Italia, Oman, Somalia, Tajikistan, Thailand, Ukraina, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya, jumlah kasus campak lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Dr. Tim Lahey, seorang profesor di Institut Dartmouth untuk Health Policy and Clinical Practice mengatakan bahwa "cara terbaik adalah dengan membuat sebanyak mungkin orang bisa diimunisasi." Pakar medis mengatakan bahwa antara 92 persen dan 95 persen anak-anak harus menerima dua dosis vaksin campak, gondong dan rubella (MMR). Berikut ini adalah sepak terjak vaksin di berbagai belahan dunia.

Eropa

Secara keseluruhan, tingkat vaksinasi Eropa sudah tinggi. Namun umumnya, negara-negara Eropa cenderung menganggap vaksinasi sebagai suatu hal yang dilakukan sukarela (bukan kewajiban). WHO tahun ini memperingatkan bahwa campak menyebar banyak di kawasan dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Per 30 Mei, Italia terjadi 2.719 kasus di 18 wilayah sejak awal 2017 (menurut sebuah laporan dari European Center for Disease Prevention and Control). Sebagian besar kasus campak, 89 persen dialami orang-orang yang tidak divaksinasi, sementara 6 persen infeksi campak menyerang orang-orang yang hanya menerima satu dosis vaksin. Laporan yang sama menunjukkan bahwa 6.434 kasus, termasuk setidaknya 26 kematian, terjadi di Rumania antara 1 Januari 2016, dan 26 Mei 2017.

Tren akan ketikpercayaan masayarakat terhadap vaksin yang meningkat memiliki konsekuensin penyakit yang mewabah oleh karena itu, beberapa negara seperti Italia mewajibkan vaksin. Bahkan di Italia, orang tua yang anaknya belum divaksinasi akan didenda.

Australia

“Pasien yang berpenghasilan rendah mendapat pengurangan pajak jika mereka terus mengikutsertakan anak mereka dengan berbagai vaksinasi, "kata Dr. Tony Bartone, wakil presiden Asosiasi Medis Australia. Menurut Departemen Pelayanan Sosial Australia , karena No Jab, No Pay (program vaksin) dimulai Januari 2016, lebih dari 210.000 keluarga telah mengambil tindakan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan imunisasi.

Seperti Amerika Serikat, Australia mewajibkankan bahwa pusat penitipan anak dan fasilitas prasekolah hanya mengizinkan anak-anak yang mendapat imunisasi terbaru.

Kanada

Di Kanada, sekitar 85% anak-anak benar-benar divaksinasi, sementara kurang dari 2% orang tua sangat menentang vaksinasi, tulis Ève Dubé dari lembaga kesehatan masyarakat di Quebec dalam sebuah email. "Proporsi yang tersisa adalah anak-anak yang kehilangan 1-2 dosis atau 1-2 vaksin." Kanada tidak memiliki registri imunisasi nasional dan di seluruh provinsi angkanya bervariasi, sehingga Dubé menyimpulkan bahwa tingkat vaksinasi di negara tersebut mungkin dianggap remeh. Dube menyayangkan di Kanada, kebijakan seperti "No Jab, No Pay" Australia tidak ada.

Amerika Serikat

Semua negara bagian memiliki persyaratan di mana anak-anak tidak dapat bersekolah, termasuk mengikuti program prasekolah, jika vaksinasi mereka tidak up to date. Oleh karena itu, tingkat orang yang divaksinasipun tinggi.

Namun pada akhirnya, kemudian, selalu ada kelompok minoritas yang tidak divaksinasi karena satu dan lain hal. Jika minoritas yang tidak divaksinasi ini berada dalam jumlah kecil, herd immunity (kekebalan kelompok) tetap bisa tercapai dan efektif. Masalah muncul ketika orang yang tidak mau divaksin jumlahnya mulai banyak.

"Imunisasi di antara keseluruhan populasi di Amerika Serikat adalah salah satu cara pencegahan penyakit yang paling efektif dan hemat," kata Cathryn Donaldson, direktur komunikasi dan urusan publik untuk America's Health Insurance Plans, sebuah organisasi industri untuk perusahaan asuransi kesehatan.

Untuk meningkatkan tingkat vaksinasi, beberapa perusahaan asuransi kesehatan menawarkan insentif keuangan kepada dokter dan penyedia lainnya. Sementara beberapa studi penelitian menunjukkan efek positif dalam meningkatkan tingkat vaksinasi.

 

(dea/wida)

Komentar