Imunoterapi, Secercah Harapan Bagi Penderita Kanker Paru

Monday, 19 June 2017 13:00:00 WIB | Yuriantin
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. (Dok. Tabloidbintang.com)

AURA.CO.ID - Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Pasalnya, kebanyakan kanker paru terdeteksi ketika pasien telah memasuki stadium lanjutan. Akibatnya, harapan hidup para penderita kanker paru rendah. 

Namun, kini tersedia pengobatan imunoterapi bagi para penderita kanker paru di Indonesia. Imunoterapi merupakan pengobatan untuk meningkatan sel imun hingga sistem imun dalam tubuh teraktivasi melawan sel kanker. Menurut spesialis kanker paru dan ahli imunoterapi, Dr. Sita Laksmi PhD, SpP(K), tubuh memiliki sistem imun alami yang mampu melawan sel kanker. Namun, sel-sel kanker membuat zat-zat yang melemahkan kanker. 

"Saat protein di dalam tumor (PD-L1) berinteraksi dengan sel T di dalam sistem imun, sel T tersebut akan melemah sehingga tidak bisa membedakan mana sel kanker dan mana sel yang sehat," jelas Sita. 

Pengobatan imunoterapi akan membatasi interaksi ini sehingga sel T bisa mendeteksi dan membasmi sel-sel kanker. Namun, pengobatan ini bisa dilakukan pada pasien yang memiliki ekspresi PD-L1. "Maka harus diperiksa terlebih dahulu apakah terdapat ekspresi PD-L1 di laboratorium," sambung spesialis paru yang praktik di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta ini. Imunoterapi umumnya dilakukan selama 30 menit setiap 3 minggu sekali dan berlangsung selama enam kali (siklus). 

Sama seperti pengobatan lainnya, imunoterapi juga memiliki efek samping. "Imunitas yang meningkat bisa menyebabkan autoimun atau peradangan paru, meski efek samping ini sangatlah kecil," ungkap Sita. 
 
Di Indonesia sendiri, imunoterapi baru disetujui oleh pemerintah sebagai pengobatan lini kedua bagi kanker paru. 

(yuri / bin)

Komentar