Penyebab Sesungguhnya dari Stretch Marks dan Cara Menghilangkannya

Monday, 19 June 2017 11:40:00 WIB | Carisya Nuramadea
Stretch marks dipengaruhi faktor genetis (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dermatologi Investigasi, ternyata, faktor genetis dapat meningkatkan peluang Anda untuk memiliki stretchmark.

"Sebelumnya, tidak ada varian genetik yang diketahui berhubungan dengan stretch mark," kata penulis studi bernama Joyce Tung, Ph.D. yang juga merupakan direktur penelitian pada 23andMe, yang berharap temuan ini akan menghasilkan pengobatan yang lebih efektif yang menargetkan produksi elastin.

Untuk penelitian ini, para ilmuwan dari perusahaan genetika bernama 23andMe memeriksa DNA dari 33.930 orang dan 4.967 di antaranya adalah wanita yang memiliki stretch mark parah yang disebabkan kehamilan.

Mereka menemukan bahwa mutasi pada atau di dekat empat gen spesifik - ELN, SRPX, HMCN1, dan TMEM18 - meningkatkan risiko stretch mark peserta sebesar 40 persen. Dari gen ini, ELN (alias elastin) memiliki keterhubungan dengan stretch mark, terutama yang terjadi pada masa kehamilan. Elastin adalah komponen utama dari serat elastis, yang dapat membantu jaringan meregang dan menarik kulit.

Ketegangan pada kulit yang berlebihan sebenarnya adalah penjelasan singkat mengenai stretch mark.

Menurut, beberapa orang lebih cenderung mengalami stretch mark daripada yang lainnya (dalam penelitian ini, 25 persen pria dan 55 persen wanita melaporkan memiliki stretch mark).

Untuk mengusir stretch mark, konsultasikan dengan dokter Anda tentang resep yang disetujui secara ilmiah. Berikut cara mencegah dan menghapus stretch mark dilansir Women’s Health:

1. Tretinoin Cream Retin-A.

Krim ini bukan hanya dapat mengobati jerawat saja. Namun, bersama dengan krim tretinoin lainnya (pikirkan: Renova, Avita), krim ini dapat membantu mengurangi munculnya stretch mark yang ‘berusia’ kurang dari beberapa bulan dan masih berwarna merah muda atau kemerahan.

Dalam salah satu studi Advance in Therapy, ibu yang baru melahirkan mengoleskan krim tretinoin 0,1 persen setiap hari selama tiga bulan. Hasilnya, bekas stretch mark yang diakibatkan karena perut yang membesar berkurang sebesar 20 persen.

2. Mikrodermabrasi

Prosedur ini menggunakan perangkat genggam untuk menggunakan kristal abrasif ke kulit, untuk dengan lembut melepaskan lapisan paling atas kulit dan memicu pertumbuhan kulit baru yang lebih elastis, kata Mohamed L. Elsaie, MD, rekan klinis dermatologi, laser, dan operasi kutaneous di University of Miami Miller School of Medicine.

Satu studi pada tahun 2008 di Journal of the Egyptian Women's Dermatologic Society menemukan bahwa hanya dibutuhkan lima perawatan mikrodermabrasi (dengan biaya sekitar $ 150 masing-masing) untuk secara signifikan mengurangi munculnya stretch mark di lebih dari separuh pasien. Yang lebih menarik lagi, terapi ini adalah salah satu dari sedikit yang efektif dalam menghapus stretch mark, kata Elsaie.

3. Perawatan Laser Terapi cahaya yang intens

Perawatan ini dapat merangsang produksi kolagen, elastin, dan melanin. Salah satu pilihan paling efektif di luar sana adalah terapi cahaya berdenyut intens (intense pulsed light therapy), yang efektif untuk mengobati stretch mark yang sudah lama.

Selain itu, menurut sebuah tinjauan 2009 yang dipublikasikan dalam jurnal American Society for Dermatologic Surgery, photothermolysis fraksional, sebuah teknik laser resurfacing dapat meningkatkan jumlah serat kolagen dan elastin. Sementara pulsated dye dan laser dioda 1,450 nm juga terbukti efektif. Bahkan perawatan ini benar-benar dapat memacu perubahan pigmen kulit pada pasien yang gelap. 

 

(dea/wida)

Komentar